Bengkayang, Aktualita.online [2/4)2016] – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2026 yang beredar di tengah masyarakat dipastikan tidak benar. Informasi tersebut terindikasi sebagai hoaks yang berpotensi sengaja digulirkan untuk memicu kepanikan publik.

Pantauan langsung awak media pada Kamis (02/04/2026) di sejumlah SPBU di wilayah Kota Bengkayang menunjukkan fakta sebaliknya. Harga BBM masih stabil dan belum mengalami perubahan, baik untuk jenis Pertalite, Pertamax, maupun solar.
Tidak hanya itu, stok BBM juga dalam kondisi aman dan mencukupi. Aktivitas di SPBU berjalan normal tanpa antrean panjang ataupun gejala kelangkaan yang biasanya muncul saat isu kenaikan harga benar-benar terjadi.
Situasi ini memperkuat dugaan bahwa kabar kenaikan BBM yang beredar tidak memiliki dasar yang jelas. Bahkan, muncul pertanyaan di tengah publik: siapa pihak yang menyebarkan informasi tersebut dan untuk kepentingan apa?
Informasi liar seperti ini dinilai berbahaya karena dapat memicu panic buying dan mengganggu stabilitas distribusi BBM di lapangan. Jika tidak segera diluruskan, bukan tidak mungkin dampaknya meluas dan merugikan masyarakat.
“Sejauh ini harga masih normal dan stok juga aman, jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujar salah satu petugas SPBU saat ditemui di lokasi.
Masyarakat Kabupaten Bengkayang dan sekitarnya diimbau untuk lebih selektif dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial dan tidak disertai sumber resmi. Jangan sampai terprovokasi oleh kabar yang belum tentu benar.
Hingga saat ini, belum ada kebijakan resmi dari pemerintah terkait kenaikan harga BBM pada April 2026. Dengan demikian, isu yang beredar dapat dikategorikan sebagai hoaks yang menyesatkan.
Jika ditemukan indikasi penyebaran informasi palsu yang disengaja, aparat penegak hukum diharapkan dapat menelusuri dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Aktualita.online – Aris
