Sanggau, Aktualita.online [3/4/2026] – Pemberitaan salah satu media luar daerah yang menyebut adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Semerangkai, Kecamatan Kapuas, menuai sorotan. Pasalnya, fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang berbeda.

Berdasarkan pantauan langsung pada Kamis (2/4/2026) sore, sejumlah lanting jek terlihat hanya terparkir di tepian Sungai Kapuas dalam kondisi tidak beroperasi. Tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan seperti yang dinarasikan dalam pemberitaan tersebut.
Dokumentasi yang dihimpun di lokasi memperlihatkan deretan lanting berada di pinggir sungai tanpa pergerakan mesin maupun aktivitas pekerja. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kegiatan PETI di kawasan tersebut sedang tidak berjalan.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyebut, aktivitas tambang di Semerangkai memang sudah lama berhenti.
“Sudah lama tidak kerja. Sekarang cuma parkir saja di tepi sungai,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan adanya pemberitaan yang dinilai tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.
“Kalau dilihat langsung, jelas tidak ada aktivitas. Tapi diberitakan seolah-olah masih jalan,” tambahnya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait akurasi informasi yang beredar. Publik pun diharapkan lebih cermat dalam menyikapi setiap pemberitaan, terutama yang tidak disertai verifikasi langsung di lokasi.
Di sisi lain, masyarakat berharap agar polemik PETI tidak hanya berhenti pada pemberitaan, tetapi juga diikuti dengan solusi konkret dari pemerintah. Ketiadaan lapangan pekerjaan masih menjadi alasan utama sebagian warga sebelumnya terlibat dalam aktivitas tambang.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai perbedaan antara pemberitaan yang beredar dan fakta di lapangan.
Dengan adanya temuan ini, diharapkan semua pihak dapat mengedepankan data dan kondisi riil sebelum menyampaikan informasi ke publik, guna menghindari kesimpangsiuran yang dapat merugikan masyarakat setempat.
Tim Investigasi – Aktualita.online/Aris
