Kapuas Hulu, Aktualita.online – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Bukit Hitam, Desa Batu Tiga, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, dilaporkan masih terus berlangsung meski telah beberapa kali dilakukan razia oleh aparat penegak hukum.
Fakta bahwa aktivitas tambang ilegal tersebut kembali beroperasi pasca-penertiban memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga menduga adanya praktik perlindungan terhadap aktivitas PETI, termasuk dugaan adanya “setoran” kepada oknum tertentu sehingga para pemodal atau cukong tambang disebut-sebut tetap aman dan belum tersentuh proses hukum.
Tim investigasi memperoleh informasi bahwa pola penindakan selama ini dinilai belum menyentuh aktor utama di balik aktivitas tambang ilegal. Razia disebut lebih banyak menyasar pekerja lapangan, sementara pihak yang diduga sebagai pemodal besar masih leluasa menjalankan aktivitasnya.
“Yang ditangkap biasanya pekerja kecil. Sementara yang punya modal besar dan mengendalikan aktivitas tambang tetap aman,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dugaan Kebocoran Informasi
Selain dugaan keterlibatan oknum sebagai pelindung, aktivitas PETI yang terus berulang juga diduga dipengaruhi adanya kebocoran informasi sebelum razia dilakukan. Kondisi tersebut membuat para pelaku dapat menghentikan aktivitas sementara atau menyembunyikan alat berat sebelum aparat tiba di lokasi.
Situasi ini semakin memperkuat dugaan masyarakat bahwa praktik PETI di Bukit Hitam tidak berjalan sendiri, melainkan diduga memiliki jaringan yang terorganisir.
Penegakan Hukum Dinilai Belum Maksimal
Meski Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara telah mengatur ancaman pidana berat terhadap pelaku tambang ilegal, implementasi di lapangan dinilai masih lemah.
Selain penindakan yang dianggap belum menyentuh aktor utama, hukuman terhadap pelaku PETI juga dinilai belum memberikan efek jera. Kondisi tersebut membuat aktivitas tambang ilegal terus berulang dan sulit diberantas secara permanen.
Pengawasan Minim dan Faktor Ekonomi
Luasnya wilayah pertambangan di daerah pedalaman serta keterbatasan pengawasan menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas PETI terus tumbuh. Di sisi lain, sebagian masyarakat menggantungkan penghasilan dari aktivitas tambang tradisional karena minimnya lapangan pekerjaan.
Kondisi itu kemudian diduga dimanfaatkan oleh para pemodal untuk mengeruk keuntungan besar dari hasil tambang ilegal, sementara dampak kerusakan lingkungan dan pencemaran menjadi beban masyarakat sekitar.
Masyarakat Minta Penindakan Menyeluruh
Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada penertiban simbolis, tetapi juga mengusut tuntas dugaan jaringan dan aktor intelektual di balik aktivitas PETI di Bukit Hitam.
Selain itu, warga meminta pemerintah dan aparat terkait memperkuat pengawasan serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melindungi aktivitas tambang ilegal.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keterlibatan oknum maupun perkembangan penanganan aktivitas PETI di kawasan Bukit Hitam tersebut.
Tim Investigasi
