Sandai, Aktualita.online – Sebuah toko yang diketahui menjual berbagai perlengkapan dan peralatan dompeng dipasar Kecamatan Sandai diduga turut menerima pembelian emas yang berasal dari aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI). Dugaan tersebut mencuat setelah adanya informasi dari masyarakat yang menyebut toko tersebut kerap menjadi tempat transaksi emas hasil tambang ilegal.
Untuk memastikan informasi tersebut, awak media Aktualita.online mendatangi toko yang bersangkutan guna melakukan konfirmasi langsung kepada pihak pemilik usaha. Namun upaya konfirmasi tidak membuahkan hasil.

Salah seorang karyawan toko yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa pemilik toko sedang tidak berada di tempat sehingga tidak dapat memberikan keterangan terkait dugaan tersebut.
“Kebetulan bos tidak ada di tempat,” ujar karyawan toko saat ditemui awak media.
Meski demikian, situasi di sekitar lokasi menimbulkan tanda tanya. Saat proses konfirmasi berlangsung, terlihat beberapa orang berada di luar toko dan menunggu hingga awak media meninggalkan lokasi. Berdasarkan pengamatan di lapangan, terdapat dugaan bahwa orang-orang tersebut hendak melakukan transaksi penjualan emas.
Tidak hanya itu, muncul dugaan bahwa keberadaan awak media telah diinformasikan oleh karyawan toko kepada pihak luar, sehingga orang-orang yang diduga akan melakukan transaksi tersebut memilih menunggu di luar toko hingga situasi dianggap aman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik toko terkait dugaan penerimaan emas hasil tambang ilegal tersebut. Aktualita.online masih berupaya mendapatkan klarifikasi dan hak jawab dari pihak yang bersangkutan guna menjaga keberimbangan informasi.
Aktivitas pembelian emas yang berasal dari pertambangan tanpa izin berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Selain berdampak pada kerugian negara, praktik tersebut juga dapat memperpanjang rantai aktivitas PETI yang selama ini menjadi perhatian aparat penegak hukum karena menimbulkan kerusakan lingkungan dan berbagai dampak sosial lainnya.
Aktualita.online akan terus menelusuri informasi ini dan membuka ruang klarifikasi bagi pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
Tim Investigasi
