Bang Kocan Soroti PETI di Sungai Kapuas–Sekayam: “Rusak Sumber Air, APH Harus Bertindak Tegas”

Sanggau, Aktualita.online – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sanggau, Yeremias Marselinus yang akrab disapa Bang Kocan, kembali melontarkan peringatan keras terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di aliran Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam.

Menurutnya, aktivitas PETI di dua sungai tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi sudah mengancam sumber kehidupan masyarakat Kabupaten Sanggau. Pasalnya, Sungai Kapuas dan Sekayam merupakan sumber air baku bagi PDAM yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

“PETI itu berada di Sungai Kapuas dan Sekayam. Padahal sungai tersebut adalah sumber air bagi PDAM dan masyarakat Sanggau. Ini menyangkut kehidupan,” tegasnya.

Bang Kocan menekankan bahwa air merupakan sumber utama kehidupan yang tidak bisa digantikan. Jika aktivitas PETI terus dibiarkan, maka dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, mulai dari pencemaran air hingga ancaman kesehatan.

“Air itu sumber kehidupan. Kalau ini tidak diindahkan, saya kira pihak APH harus bertindak tegas, tangkap pelakunya dan musnahkan alat-alatnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keterlibatan pelaku dari luar daerah yang dinilai semakin memperparah kondisi di lapangan. Menurutnya, keberadaan mereka tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak sumber daya vital masyarakat Sanggau.

“Apalagi kalau yang dari luar Kabupaten Sanggau. Mereka merusak air kehidupan bagi masyarakat,” tambahnya.

Bang Kocan mengingatkan bahwa sungai bukan hanya sekadar aliran air, melainkan menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari mandi, mencuci, hingga sebagai sumber air minum.

“Sungai itu dipakai masyarakat untuk mandi dan minum. Kalau dirusak, dampaknya sangat besar,” tegasnya.

Ia mendesak aparat penegak hukum untuk tidak lagi menunda tindakan dan segera melakukan penertiban secara menyeluruh terhadap aktivitas PETI, termasuk menindak para pelaku hingga ke akar jaringan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak aparat terkait langkah konkret penanganan PETI di wilayah tersebut. Namun desakan dari legislatif ini dipastikan akan menambah tekanan publik agar penegakan hukum dilakukan secara nyata dan berkelanjutan.

Tim investigasi akan terus memantau perkembangan di lapangan.

Aktualita.online – Aris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page