Sanggau, Aktualita.online – Temuan tim investigasi di lapangan mengungkap dugaan kuat pencemaran lingkungan serius yang terjadi di aliran sungai sekitar operasional PT MKS. Dampaknya nyata: ratusan hingga ribuan ikan ditemukan mati mengapung, air berubah warna, dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu warga.
Berdasarkan pantauan langsung tim investigasi, kondisi air sungai tampak keruh pekat dan mengeluarkan aroma tidak lazim. Di sejumlah titik, bangkai ikan terlihat menumpuk di tepian sungai, menandakan kematian massal yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan.
Sumber di lapangan menyebutkan, peristiwa ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembuangan limbah industri yang tidak melalui proses pengolahan sesuai standar. Bahkan, warga mengaku kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.
“Air tiba-tiba berubah, lalu ikan langsung mati. Ini bukan kejadian baru, tapi sekarang yang paling parah,” ungkap salah satu warga dengan nada geram.
Tim investigasi juga menemukan indikasi adanya aliran limbah yang mengarah langsung ke badan sungai. Dugaan sementara, limbah tersebut dibuang tanpa pengolahan optimal, sehingga mencemari ekosistem dan memicu kematian biota air secara masif.
Dampak kejadian ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghantam ekonomi warga yang bergantung pada hasil sungai. Sejumlah nelayan memilih menghentikan aktivitas karena khawatir hasil tangkapan tercemar dan berbahaya dikonsumsi.
Situasi ini memicu desakan keras kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam. Jika terbukti ada pelanggaran, pihak perusahaan harus bertanggung jawab penuh, baik secara hukum maupun pemulihan lingkungan.
“Ini sudah masuk kategori darurat lingkungan. Tidak boleh ada pembiaran. Harus ada penyelidikan dan penindakan tegas,” tegas tim investigasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT MKS belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi pengawasan industri di daerah. Jika benar terjadi pelanggaran, maka ini bukan sekadar kelalaian, melainkan ancaman nyata terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Tim Investigasi
