Pasien BPJS Keluhkan Harus Tebus Obat di Apotek Swasta, Warganet Soroti Pelayanan RSUD MTh Djaman Sanggau

SANGGAU, Aktualita.online – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) MTh Djaman Kabupaten Sanggau tengah menjadi sorotan publik di media sosial. Berbagai keluhan masyarakat bermunculan di ruang digital, mulai dari pelayanan pasien BPJS, ketersediaan obat, fasilitas kursi roda, hingga penggunaan toilet rumah sakit.

Dalam sejumlah unggahan di platform Facebook, warga mengeluhkan obat untuk pasien BPJS kerap disebut kosong oleh pihak rumah sakit, sehingga pasien diarahkan membeli obat secara mandiri di apotek swasta. Kondisi tersebut dinilai memberatkan masyarakat, terutama pasien dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

“Saya heran, setiap berobat ke sini pakai BPJS selalu disampaikan obat kosong, lalu disuruh membeli di apotek swasta,” tulis salah satu akun sambil mengunggah foto RSUD MTh Djaman.

Unggahan tersebut langsung memicu beragam komentar dari warganet. Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan pengelolaan stok obat di rumah sakit, bahkan ada yang menuding adanya dugaan “permainan” dengan pihak apotek swasta. Namun demikian, tudingan tersebut masih sebatas opini warga di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Selain persoalan obat, keluhan lain juga muncul terkait fasilitas rumah sakit. Salah seorang warga mengaku keluarga pasien atau penjaga pasien dilarang mandi menggunakan toilet di ruang rawat inap oleh petugas rumah sakit.

“Bagaimana ceritanya datang rawat inap tapi toilet tidak boleh digunakan untuk mandi? Kami ini datang dari jauh, bukan punya keluarga atau rumah di sini. Masa harus pulang kampung lima jam perjalanan hanya untuk mandi,” tulis warga tersebut dalam unggahan yang turut ramai dikomentari netizen.

Keluhan demi keluhan yang beredar di media sosial itu memunculkan harapan masyarakat agar pihak rumah sakit segera melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan, khususnya bagi pasien BPJS dan keluarga pasien yang menjalani rawat inap.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD MTh Djaman belum memberikan tanggapan resmi terkait permohonan konfirmasi yang disampaikan media ini. Pesan konfirmasi diketahui telah diterima, namun belum mendapatkan jawaban.

Masyarakat berharap RSUD MTh Djaman dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar keluhan serupa tidak terus berulang dan kepercayaan publik terhadap pelayanan rumah sakit tetap terjaga.

Laporan: Adi Noyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry ye ,,,,,