SANGGAI, Aktualita.online – Harapan warga untuk menikmati aliran listrik saat perayaan Gawai kembali memunculkan kekecewaan. Meskipun jaringan tiang listrik, gardu, serta instalasi listrik di rumah-rumah warga telah terpasang, hingga kini KWH meter belum juga dipasang sehingga listrik belum dapat digunakan.
Kondisi ini membuat warga mempertanyakan keseriusan pihak terkait dalam menyelesaikan proyek listrik yang sudah berjalan di wilayah tersebut.

Warga juga menyoroti skema pembiayaan pemasangan listrik yang melibatkan masyarakat dengan dua metode pembayaran, yakni secara tunai (cash) dan melalui kredit di CU BANURI HARAPAN KITA.
Salah satu warga, A. Atin, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai secara fisik seluruh kesiapan sudah hampir lengkap, namun manfaat utama belum dirasakan masyarakat.
“Tiang listrik dan gardu sudah terpasang, instalasi di rumah-rumah juga sudah dipasang. Kemungkinan aliran listrik sudah ada, tapi KWH meter belum juga dipasang sampai sekarang. Kami siap bayar, jika yang cash dan ada juga lewat melalui CU BANURI HARAPAN KITA, tapi listrik belum hidup juga,” ujar A. Atin.
Warga menilai kondisi ini tidak hanya soal keterlambatan teknis, tetapi juga menyangkut kejelasan tanggung jawab pihak yang terlibat dalam pembiayaan. Mereka mendesak CU BANURI HARAPAN KITA untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait progres dan kepastian pemasangan KWH meter.
Menurut warga, lembaga pembiayaan tidak boleh lepas tangan setelah proses kredit berjalan, mengingat masyarakat telah melakukan kewajiban pembayaran dengan harapan listrik segera dapat digunakan.
“Jangan sampai masyarakat sudah bayar kewajiban, tapi hak untuk menikmati listrik terus tertunda tanpa kejelasan,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu kepastian resmi dari pihak terkait mengenai jadwal pemasangan KWH meter dan kapan listrik di Dusun Kuala Tadan benar-benar dapat dinikmati.
TimRed
