LANDAK, Aktualita.online – Kerusakan parah jembatan penghubung Desa Meranti menuju Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, mulai menjadi persoalan serius bagi masyarakat.
Jembatan yang menjadi salah satu akses penting warga tersebut dilaporkan sudah tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi ini bukan sekadar mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga menyulitkan warga ketika menghadapi kondisi darurat.
Yang paling memprihatinkan, warga disebut harus bergotong royong menggotong jenazah melewati jembatan karena kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kerusakan infrastruktur telah memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Bukan Sekadar Jalan Rusak, Ini Menyangkut Keselamatan
Jembatan merupakan akses yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga kebutuhan sosial lainnya.
Jika kendaraan roda empat sudah tidak mampu melintas, maka masyarakat berada dalam kondisi yang sangat rentan, khususnya ketika membutuhkan akses cepat untuk membawa orang sakit, mengangkut hasil pertanian maupun menghadapi situasi darurat lainnya.
Kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana perhatian pemerintah terhadap infrastruktur penghubung masyarakat di wilayah tersebut.
Masyarakat tentunya tidak menginginkan kerusakan baru ditangani setelah terjadi kecelakaan atau jatuhnya korban jiwa.
Pemkab Landak Didesak Turun Langsung
Pemerintah Kabupaten Landak bersama instansi teknis terkait didorong untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan.
Bukan hanya sekadar melihat kondisi fisiknya, pemerintah perlu memastikan apakah jembatan masih layak digunakan, apakah diperlukan pembatasan kendaraan, serta langkah darurat apa yang harus dilakukan untuk menjamin keselamatan masyarakat.
Jika memang kondisi jembatan sudah membahayakan, langkah pengamanan sementara harus segera dilakukan sembari menyiapkan penanganan permanen.
Masyarakat juga berharap pemerintah tidak berhenti pada kegiatan survei atau peninjauan lapangan. Yang dibutuhkan warga adalah solusi nyata dan kepastian kapan jembatan tersebut akan ditangani.
Jangan Tunggu Jembatan Memakan Korban
Kondisi warga yang harus menggotong jenazah akibat kendaraan tidak bisa melintas seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah.
Sebab, persoalan ini bukan lagi semata-mata mengenai kenyamanan perjalanan. Ketika akses jembatan tidak dapat dilalui kendaraan, keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat ikut dipertaruhkan.
Publik kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Landak dan instansi terkait.
Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi kecelakaan. Jangan sampai jembatan yang hari ini menyulitkan warga, besok justru menjadi sumber berita duka.
Masyarakat berhak mendapatkan akses infrastruktur yang aman dan layak. Pemerintah pun memiliki tanggung jawab memastikan fasilitas publik yang menjadi akses vital warga berada dalam kondisi yang dapat digunakan secara aman.
Kini bola berada di tangan Pemkab Landak: segera periksa, amankan, dan perbaiki sebelum persoalan ini berubah menjadi tragedi.
Redaksi :Aktualita.online
