BENDUNGAN WISATA AIR DANAU LAET JEBOL! ASET WISATA TERANCAM, WARGA DESAK PEMDA JANGAN TUTUP MATA

Sanggau, Aktualita.online [23/7/26] – Bendungan yang menjadi penunjang utama kawasan Wisata Air Danau Laet di Dusun Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, dilaporkan jebol. Kerusakan yang terjadi tidak hanya menghentikan aktivitas wisata, tetapi juga memicu pertanyaan publik mengenai pengawasan, pemeliharaan, dan kesiapan pemerintah dalam menjaga aset wisata daerah.

Pantauan di lokasi menunjukkan badan bendungan mengalami kerusakan serius. Arus air menerjang konstruksi hingga menggerus tanah di sekitarnya, membentuk lubang besar yang membuat fungsi bendungan praktis lumpuh. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan masyarakat apabila tidak segera ditangani.

Jebolnya bendungan ini menjadi pukulan bagi sektor pariwisata lokal. Danau Laet selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Tayan Hilir. Kini, kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi terancam kehilangan daya tarik akibat kerusakan infrastruktur yang belum mendapat penanganan.

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui dinas terkait untuk segera turun ke lokasi, melakukan investigasi menyeluruh, serta menyampaikan secara terbuka penyebab jebolnya bendungan. Publik juga meminta adanya audit terhadap kondisi konstruksi dan sistem pemeliharaan agar tidak menimbulkan dugaan kelalaian.

“Jangan sampai aset wisata yang dibangun dengan anggaran besar dibiarkan rusak tanpa ada kejelasan. Pemerintah harus hadir dan bertanggung jawab,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.

Selain perbaikan darurat, warga meminta adanya langkah konkret untuk memulihkan kawasan wisata agar roda perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata tidak semakin terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sanggau maupun instansi teknis terkait mengenai penyebab jebolnya bendungan, besaran kerugian, serta kapan proses perbaikan akan dilaksanakan. Media ini masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Tim Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry ye ,,,,,