Dugaan Intimidasi Verbal, Enda Kusdiati Pertanyakan Identitas Pria yang Mengaku Intel Polda Kalbar

SINTANG, Aktualita.online — Enda Kusdiati mengaku mengalami dugaan intimidasi secara verbal saat dipanggil ke ruang manajer SPBU tempatnya bekerja. Ia menyebut seorang pria yang mengaku sebagai petugas intelijen dari Polda Kalimantan Barat mempertanyakan dirinya dengan nada tegas dan melontarkan sejumlah pertanyaan yang menurutnya terkesan memojokkan. Enda kini meragukan identitas pria tersebut dan berencana menempuh jalur hukum untuk memperoleh kepastian.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, di ruang Manajer SPBU PT Berkah Kedamin Jaya, Jalan Sintang–Kelam, Desa Jerora, Kabupaten Sintang.

Menurut keterangan Enda, saat itu ia sedang beristirahat bersama seorang rekan kerja di teras samping SPBU. Tak lama kemudian, Manajer SPBU yang disebut bernama Kurniawan memanggilnya.

“Enda, kamu dicari polisi. Segera masuk ke ruangan,” ujar Enda menirukan ucapan manajernya.

Karena mengira benar ada keperluan dari aparat kepolisian, Enda langsung menuju ruang manajer. Di dalam ruangan tersebut, ia melihat seorang pria yang tidak dikenalnya sedang menunggu.

Tanpa memperkenalkan diri lebih dahulu, pria itu, menurut Enda, langsung bertanya, “Kau kenal abang tidak?”

Enda menjawab bahwa dirinya tidak mengenal pria tersebut.

Pria itu kemudian mengaku berasal dari Polda Kalimantan Barat dan mengatakan dirinya diperintahkan oleh seseorang yang disebut bernama Aril untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di SPBU.

Pengakuan tersebut membuat Enda mengaku kebingungan karena merasa tidak memahami keterkaitan dirinya dengan persoalan yang dimaksud. Selama berada di dalam ruangan, ia mengaku mendapat serangkaian pertanyaan yang menurutnya bernada menekan dan disertai tuduhan yang membuatnya merasa terintimidasi.

“Saya merasa tidak nyaman, tertekan, dan takut atas perlakuan yang saya alami saat itu,” ujar Enda.

Belakangan, setelah mengingat kembali ciri-ciri pria tersebut dan mencocokkannya dengan bukti visual yang dimilikinya, Enda mengaku mulai meragukan identitas orang yang mengaku sebagai petugas intelijen tersebut. Ia mempertanyakan apakah yang bersangkutan benar merupakan anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas resmi atau hanya mengaku sebagai aparat.

Dengan dukungan keluarga, Enda menyatakan akan menempuh jalur hukum agar identitas pria tersebut dapat dipastikan melalui mekanisme yang berlaku.

“Saya ingin mengetahui kebenarannya. Apakah orang itu benar-benar anggota Polda yang sedang bertugas atau hanya mengaku-ngaku sebagai aparat. Saya berharap seluruh peristiwa yang saya alami dapat diungkap secara objektif melalui proses hukum sehingga saya memperoleh keadilan,” tegas Enda.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam keterangan Enda, termasuk manajemen SPBU maupun pihak yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut, belum memberikan tanggapan atau klarifikasi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak-pihak terkait sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Laporan ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan langsung oleh Enda Kusdiati dan masih memerlukan pendalaman serta konfirmasi dari seluruh pihak terkait.

TimRed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry ye ,,,,,