PONTIANAK, Aktualita.online — Anggota Komisi XII DPR RI, Gulam Mohamad Sharon, mendesak PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat untuk segera mempercepat perbaikan pembangkit listrik milik Independent Power Producer (IPP) berkapasitas 100 megawatt (MW) yang mengalami gangguan teknis sejak Kamis (2/7/2026).
Gangguan pada pembangkit tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan listrik di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, sehingga PLN menerapkan pemadaman bergilir sebagai langkah menjaga keandalan sistem dan mencegah terjadinya pemadaman total (blackout).
Menurut Sharon, kondisi tersebut tidak boleh berlangsung terlalu lama karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian daerah, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik.
“Kami meminta PLN segera menyelesaikan proses perbaikan sehingga pasokan listrik dapat kembali normal dalam waktu secepatnya. Masyarakat dan dunia usaha membutuhkan kepastian,” tegas Sharon.
Selain mendorong percepatan perbaikan, Sharon juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Ia menilai, di era digital saat ini, PLN perlu lebih proaktif menyampaikan informasi terkait jadwal pemadaman secara berkala melalui aplikasi resmi, media sosial, maupun kanal informasi lainnya.
Dengan adanya informasi yang jelas dan mudah diakses, masyarakat serta pelaku usaha dapat mengantisipasi dampak pemadaman dan menyesuaikan aktivitas mereka.
Menanggapi hal tersebut, PLN UID Kalimantan Barat menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. PLN juga memastikan seluruh tim teknis terus bekerja untuk mempercepat proses perbaikan pembangkit dan pemulihan sistem kelistrikan.
PLN menargetkan pasokan listrik di Kalimantan Barat dapat kembali normal secara bertahap dalam beberapa hari ke depan, seiring selesainya penanganan gangguan pada pembangkit IPP tersebut.
Pewaeta : Leni
