Seleksi Sekda Melawi Masuki Tahap Akhir, LIBAS Desak Pansel Utamakan Integritas dan Rekam Jejak

MELAWI, Aktualita.online — Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Melawi tahun 2026 kini menjadi perhatian publik. Menjelang pengumuman hasil seleksi, berbagai pihak berharap panitia seleksi (pansel) benar-benar mengedepankan kompetensi, integritas, serta rekam jejak para kandidat sebelum menentukan sosok yang akan menduduki jabatan strategis tersebut.

Ketua Lumbung Informasi Borneo Act Sweep (LIBAS), Jasli, menegaskan bahwa jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif tertinggi dalam birokrasi pemerintah kabupaten, melainkan jabatan karier strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Menurutnya, Sekda memiliki peran penting dalam mengoordinasikan perangkat daerah, memastikan pelaksanaan kebijakan pemerintahan berjalan efektif, serta menjalankan fungsi terkait pengelolaan administrasi dan anggaran sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Jabatan Sekda merupakan jabatan karier yang membutuhkan kapasitas kepemimpinan, integritas, dan tanggung jawab besar. Karena itu, penentuan pejabat yang akan menduduki posisi tersebut harus benar-benar mempertimbangkan kemampuan, rekam jejak, dan komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih,” tegas Jasli.

Sembilan Pejabat Ikuti Seleksi, Publik Menanti Hasil Akhir

Seleksi calon Sekda Kabupaten Melawi tahun 2026 diikuti sembilan pejabat eselon II atau pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Melawi.

Seleksi tersebut dilaksanakan untuk mencari pengganti Sekda saat ini, Drs. Paulus, yang dijadwalkan memasuki masa purna tugas pada 1 November 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima Jasli, pada Senin (12/10/2026), proses seleksi disebut telah mengerucut menjadi empat kandidat. Namun, nama-nama yang masuk dalam tahap akhir tersebut masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi dari panitia seleksi.

Jasli menilai, tahapan akhir ini merupakan momentum penting bagi pansel untuk memastikan bahwa kandidat yang dipilih benar-benar memenuhi persyaratan kompetensi, memiliki kapasitas manajerial, serta menunjukkan komitmen terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

LIBAS Soroti Pentingnya Rekam Jejak Kandidat

Jasli mengingatkan agar penilaian terhadap calon Sekda tidak hanya berorientasi pada kemampuan administratif atau jabatan yang pernah diemban. Rekam jejak kinerja, integritas pribadi, kepemimpinan, serta kemampuan membangun kepercayaan publik juga perlu menjadi pertimbangan penting sesuai kriteria seleksi yang berlaku.

Ia menyebut adanya pemberitaan dan sorotan publik terhadap sejumlah pejabat yang mengikuti proses seleksi. Menurutnya, informasi tersebut perlu disikapi secara objektif dan diverifikasi, bukan langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan seseorang bersalah.

“Jangan sampai penilaian hanya bertumpu pada jabatan dan kedekatan tertentu. Rekam jejak harus diperiksa secara objektif. Jika ada informasi atau pemberitaan mengenai dugaan persoalan hukum, hal itu perlu diverifikasi berdasarkan fakta dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Jasli.

Ia menegaskan bahwa setiap kandidat berhak mendapatkan penilaian yang adil. Pada saat yang sama, masyarakat juga berhak berharap agar pejabat yang terpilih memiliki integritas dan mampu menjaga kepercayaan publik.

Pansel Diminta Profesional dan Bebas Intervensi

LIBAS meminta pansel menjalankan seluruh tahapan seleksi secara profesional, transparan, dan objektif. Jasli berharap proses penentuan Sekda tidak dipengaruhi kepentingan politik, tekanan kelompok tertentu, ataupun intervensi pihak mana pun yang dapat mengganggu independensi penilaian.

Menurutnya, jabatan Sekda memiliki posisi penting dalam menjaga kesinambungan pemerintahan daerah. Karena itu, keputusan akhir harus didasarkan pada persyaratan dan hasil penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Pansel harus bekerja secara independen dan berpegang pada aturan. Jangan sampai muncul persepsi bahwa penentuan Sekda dipengaruhi kepentingan politik atau tekanan pihak tertentu. Yang dibutuhkan Melawi adalah figur yang kompeten, berintegritas, amanah, dan mampu bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Jasli juga berharap proses seleksi dapat menghasilkan pejabat yang mampu memperkuat koordinasi antar-OPD, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pengelolaan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Harapan Masyarakat: Sekda Berintegritas, Melawi Lebih Maju

Pergantian Sekda menjadi salah satu momentum penting bagi Kabupaten Melawi dalam menjaga kesinambungan roda pemerintahan dan memperkuat agenda pembangunan daerah.

Masyarakat berharap pejabat yang terpilih nantinya bukan hanya memiliki kemampuan birokrasi, tetapi juga berani menjaga prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, mencegah penyalahgunaan kewenangan, serta memastikan penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan.

Bagi LIBAS, hasil seleksi ini diharapkan menjadi bukti bahwa proses pengisian jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah benar-benar mengutamakan kualitas dan integritas, bukan sekadar formalitas administratif.

“Harapan masyarakat sederhana: pilih figur terbaik berdasarkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak yang jelas. Sekda yang terpilih harus mampu menjadi penggerak birokrasi yang profesional, menjaga amanah, dan membawa Kabupaten Melawi menuju pemerintahan yang lebih baik,” tutup Jasli.

Kini, publik menantikan pengumuman resmi hasil seleksi. Keputusan pansel dan pejabat berwenang akan menjadi perhatian masyarakat, terutama dalam melihat sejauh mana prinsip profesionalitas, transparansi, dan integritas benar-benar diterapkan dalam menentukan Sekda Kabupaten Melawi berikutnya.

TIM REDAKSI AKTUALITA.ONLINE

Sorry ye ,,,,,