SANGGAU, Aktualita.online — Kapolsek Entikong bersama unsur TNI-Polri, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat menggelar Sholat Istisqa di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Senin (31/8/2026).
Sholat Istisqa tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan, di tengah kondisi kemarau panjang yang telah menyebabkan kekeringan serta meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 jamaah. Selain unsur Polsek Entikong, kegiatan juga melibatkan personel Satgas Yonarmed 19/Bogani, Koramil 1204-21/Entikong, Imigrasi Indonesia, Bea dan Cukai, Loka Kekarantinaan, Karantina Indonesia, serta unsur dari Malaysia seperti Tentara Diraja Malaysia (TDM), Police Malaysia dan Customs Malaysia.
Sholat Istisqa dipimpin Ustaz Abidinsyah, S.Pd. selaku imam, sedangkan khutbah disampaikan Ustaz Muklasin, M.Pd.

Dalam penyampaiannya, imam mengingatkan bahwa musim kemarau yang terjadi saat ini telah berdampak pada kekeringan hingga terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sholat Istisqa merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan sebagai permohonan kepada Allah SWT agar diberikan hujan.
Jamaah juga diajak untuk memperbanyak istighfar dan bertobat, meningkatkan amal sedekah, serta meninggalkan berbagai perbuatan maksiat dan kezaliman. Kekeringan yang terjadi menjadi momentum bagi umat untuk melakukan introspeksi dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Usai pelaksanaan Sholat Istisqa, Kolonel Infanteri Marzuki dari Mabesad TNI menyampaikan pesan kepada masyarakat agar doa yang dipanjatkan juga disertai dengan upaya nyata dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
“Di samping kita berdoa, kita juga perlu melakukan upaya-upaya untuk tidak membakar lahan yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan merugikan kita semua,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat, TNI-Polri, instansi pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, serta kaum ibu untuk bersama-sama bersinergi, berkoordinasi dan berkolaborasi dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, pencegahan karhutla penting dilakukan agar masyarakat tetap sehat dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar. Ia juga berharap kondisi kebakaran dan kabut asap segera berakhir serta doa yang dipanjatkan dalam Sholat Istisqa dikabulkan Allah SWT.
Sementara itu, Kapolsek Entikong menjelaskan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa pada Senin (31/8/2026) tersebut dilaksanakan berdasarkan perintah Kapolres Sanggau dengan melibatkan Polsek Entikong, instansi terkait, masyarakat Kecamatan Entikong, termasuk warga Malaysia yang hadir.
“Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, mengingat kondisi kabut asap saat ini dapat mengganggu kesehatan dan pernapasan masyarakat,” jelas Kapolsek.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu karhutla dan memperburuk kondisi kabut asap.
“Masyarakat kami imbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Selain itu, gunakan masker dan tetap menjaga kesehatan, karena kondisi cuaca dan kabut asap berpotensi mengganggu sistem pernapasan,” tegasnya.
Kegiatan Sholat Istisqa selesai sekitar pukul 08.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, kondusif dan terkendali.
Pelaksanaan Sholat Istisqa ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan serta menjaga kesehatan dan lingkungan di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Pewarta : LP
