Jalan Hancur di Dusun Semubuk Dibiarkan, Akses Sintang–Ketungau Terancam Lumpuh

Sintang, Aktualita.online — Kerusakan parah ruas jalan penghubung Sintang–Ketungau di Dusun Semubuk, Kecamatan Ketungau Hilir, kian menjadi sorotan. Jalan vital yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu kini dalam kondisi nyaris tak layak dilalui, namun hingga saat ini belum terlihat penanganan serius dari pihak terkait.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan dipenuhi lubang besar, permukaan bergelombang, serta titik-titik kerusakan yang tersebar di sepanjang ruas. Saat hujan turun, genangan air menutup lubang, menjadikan jalan tersebut seperti “jebakan” bagi pengendara.

Situasi ini bukan sekadar keluhan biasa. Warga menilai kerusakan jalan yang berlangsung lama tanpa perbaikan mengindikasikan adanya pembiaran.

Rawan Kecelakaan, Warga Jadi Korban

Kondisi jalan yang rusak parah ini telah berdampak langsung pada keselamatan pengguna. Pengendara terpaksa melaju sangat lambat, bahkan harus memilih jalur secara ekstrem untuk menghindari lubang.

Beberapa warga mengaku telah mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang licin dan berlubang, terutama saat hujan.

“Kalau malam atau hujan, lubang tidak kelihatan. Sudah banyak yang hampir jatuh, bahkan ada yang sampai celaka,” ungkap warga.

Akses Vital Terganggu, Ekonomi Ikut Tersendat

Tidak hanya membahayakan keselamatan, kerusakan jalan ini juga berdampak serius terhadap roda ekonomi masyarakat. Distribusi barang menjadi terhambat, biaya transportasi meningkat, dan mobilitas warga sehari-hari terganggu.

Jalan ini merupakan jalur utama penghubung Sintang–Ketungau yang digunakan untuk aktivitas perdagangan, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Jika terus dibiarkan, kondisi ini berpotensi melumpuhkan aktivitas warga secara luas.

Pemerintah Dipertanyakan: Lalai atau Menunggu Korban?

Lama tidak adanya perbaikan memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Warga mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sintang, dalam menangani persoalan ini.

“Sudah lama rusak, tapi tidak ada perbaikan berarti. Harus tunggu viral dulu atau tunggu korban lebih banyak?” tegas warga lainnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan masyarakat yang merasa keluhan mereka belum mendapat respons nyata.

Desakan Perbaikan Segera
Warga mendesak pemerintah agar segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh. Setidaknya, penanganan darurat seperti penimbunan atau penambalan jalan dinilai penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan dikhawatirkan akan semakin parah, terutama memasuki musim hujan, dan berpotensi menelan korban lebih banyak.

Tim Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry ye ,,,,,