Melawi, Aktualita.online – Kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah pedalaman Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, kembali menuai sorotan tajam. Berdasarkan hasil penelusuran tim media di lapangan, ruas jalan dari Kampung Paulus menuju Desa Balai Agas kini mengalami kerusakan parah dan dinilai sudah tidak layak dilalui.
Jalan tanah yang menjadi akses utama masyarakat itu dipenuhi lubang besar, batu berserakan, kubangan lumpur, serta permukaan bergelombang yang membahayakan pengguna jalan. Di sejumlah titik, badan jalan tampak tergerus, sementara kondisi jembatan penghubung sangat memprihatinkan dan rawan ambruk.

Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa ekstra hati-hati saat melintas. Ketika musim panas, debu tebal beterbangan dan mengganggu aktivitas warga. Sebaliknya saat hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur licin yang kerap membuat kendaraan terjebak.
Mirisnya, jembatan penghubung yang digunakan masyarakat hingga kini masih berbahan kayu dan disebut merupakan hasil swadaya serta gotong royong warga, bukan pembangunan dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat Dusun Lintah, Desa Balai Agas. Warga menilai pemerintah desa, anggota dewan, hingga pemerintah kabupaten terkesan tutup mata terhadap penderitaan masyarakat pedalaman.

“Kalau musim hujan kami seperti terisolasi. Mau kerja susah, anak sekolah susah, orang sakit lebih susah lagi. Setiap tahun yang datang hanya janji,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Warga lainnya menegaskan bahwa kerusakan jalan dan jembatan itu bukan persoalan baru. Menurut mereka, kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada solusi nyata dari pemerintah.
“Sudah lama begini, bukan baru rusak kemarin. Tapi seolah dibiarkan sampai hancur total,” ungkap warga lainnya.
Masyarakat juga mempertanyakan realisasi anggaran pembangunan yang seharusnya dapat digunakan untuk memperbaiki akses jalan dan jembatan di desa mereka. Mereka berharap pemerintah tidak hanya hadir saat musim politik atau ketika membutuhkan suara rakyat.
Jalan Balai Agas menuju Kecamatan Belimbing sendiri merupakan jalur vital bagi masyarakat. Akses tersebut digunakan untuk mengangkut hasil kebun, distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Rusaknya jalan berdampak langsung terhadap perekonomian warga karena biaya transportasi meningkat dan aktivitas masyarakat terganggu.
Ironisnya, di tengah gencarnya narasi pembangunan dan pemerataan infrastruktur, masyarakat pelosok Balai Agas justru masih harus berjibaku dengan jalan rusak dan jembatan darurat yang jauh dari kata layak.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Melawi, anggota DPRD, serta Pemerintah Desa Balai Agas agar segera mengambil langkah konkret dengan membangun jalan dan jembatan permanen yang benar-benar berkualitas, bukan proyek yang cepat rusak dan minim pengawasan.
Bagi masyarakat pedalaman, persoalan ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur, tetapi menyangkut hak dasar warga untuk mendapatkan akses transportasi yang aman, layak, dan memadai.
Pewarta : Leni
