Sanggau, Aktualita.online – Tradisi adat Dayak “Nosu Minu Podi” digelar dengan penuh khidmat dan semarak di Dusun Tadan, Desa Bulubala, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, Minggu (18/05/2026). Kegiatan adat tersebut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan dan para leluhur atas hasil panen tahun 2026.
Berbagai ritual adat dan persembahan dilakukan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Prosesi adat dipimpin langsung oleh Temunggung Adat bersama para tokoh adat setempat yang terus menjaga warisan budaya leluhur Dayak agar tetap lestari.

Acara ritual adat turut dihadiri Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Tadan, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga yang antusias mengikuti jalannya kegiatan dari awal hingga akhir acara.
Suasana gawai berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Warga tampak bersemangat menyaksikan setiap tahapan ritual adat yang sarat makna spiritual dan nilai kebersamaan. Tradisi “Nosu Minu Podi” tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas panen, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan menjaga identitas budaya Dayak di wilayah tersebut.
Namun di tengah kemeriahan gawai adat, warga Dusun Tadan juga menyampaikan keluhan terkait belum masuknya aliran listrik PLN ke rumah-rumah warga, meski sebelumnya sempat ada janji bahwa listrik akan segera menyala.

Keluhan tersebut diutarakan Ketua Panitia Gawai (Antonius Atin) yang menyebut masyarakat merasa kecewa karena hingga perayaan gawai berlangsung, listrik PLN masih belum dapat dinikmati warga.
“Kami hanya berharap janji itu benar-benar direalisasikan. Sampai sekarang masyarakat masih menunggu listrik masuk ke rumah-rumah warga. Padahal saat gawai seperti ini kebutuhan listrik sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Menurut warga, keberadaan listrik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat, terutama saat pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan yang melibatkan banyak warga.
Meski demikian, semangat masyarakat Dusun Tadan untuk melaksanakan tradisi adat tetap tinggi. Warga tetap mengikuti seluruh rangkaian ritual dengan penuh semangat dan rasa hormat terhadap adat istiadat leluhur.
Tokoh adat setempat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses listrik, agar masyarakat di pedalaman dapat menikmati pelayanan yang sama seperti daerah lainnya.
Pewarta : Leni
Reporter : Aris
Media : Aktualita.online
