Terendus Praktik Penimbunan BBM Subsidi di Binjai Hulu, Gudang Dekat SPBU Diduga Jadi Pusat Langsir

Sintang, Aktualita.online – Dugaan praktik penimbunan dan distribusi ilegal Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat. Sebuah gudang yang berada di dekat SPBU 64.786.05 diduga kuat dijadikan lokasi penampungan BBM jenis Pertalite dalam jumlah besar.

Pantauan awak media di lapangan pada Selasa (29/4/2026) sekitar pukul 10.07 WIB menemukan aktivitas tidak biasa. Sejumlah sepeda motor terlihat keluar masuk gudang dengan membawa jeriken berisi BBM. Aktivitas tersebut berlangsung berulang, mengindikasikan praktik langsir yang terorganisir.

Lebih mencurigakan lagi, lokasi gudang yang berada sangat dekat dengan SPBU memunculkan dugaan adanya sistem distribusi terselubung. BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru diduga dikumpulkan untuk kepentingan tertentu.

Di lokasi, terlihat beberapa wadah penampungan serta kendaraan yang digunakan untuk mengangkut BBM dalam jeriken. Aktivitas ini bukan hanya sekali dua kali, namun terpantau berlangsung secara intens dalam waktu pengamatan singkat.

Jika praktik ini benar adanya, maka terdapat indikasi kuat pelanggaran terhadap aturan distribusi BBM subsidi, termasuk potensi keterlibatan oknum tertentu yang bermain dalam rantai distribusi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan tegas maupun keterangan resmi dari pihak terkait, baik pengelola SPBU maupun aparat penegak hukum di wilayah tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana praktik seperti ini bisa berlangsung terbuka tanpa pengawasan? Apakah ada pembiaran, atau bahkan keterlibatan pihak tertentu?

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh. Penindakan tegas diperlukan untuk memutus praktik ilegal yang merugikan negara dan menyulitkan masyarakat kecil dalam mendapatkan BBM subsidi.

Awak media akan terus menelusuri dugaan ini dan membuka fakta-fakta lain di lapangan.

Tim Investigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry ye ,,,,,