SUNGAI BOYAN MAKIN KERUH, PETI KEMBALI BEROPERASI? APH DITANTANG TURUN TANGAN!

WARGA MENUNGGU BUKTI TINDAKAN, BUKAN SEKADAR PENERTIBAN SEREMONIAL

SANGGAU, Aktualita.online — Kondisi Sungai Boyan di kawasan Lubuk Benuang kembali memunculkan tanda tanya besar. Sabtu (29/8/2026), air sungai terlihat semakin keruh. Kondisi ini menjadi alarm bagi aparat penegak hukum dan instansi terkait, terlebih kawasan tersebut sebelumnya pernah menjadi perhatian akibat dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Pertanyaan publik kini semakin keras: mengapa Sungai Boyan kembali keruh? Apakah ada aktivitas PETI yang kembali berjalan? Atau ada aktivitas lain yang menyebabkan perubahan kondisi air sungai?

Jika memang masih terdapat aktivitas PETI di kawasan tersebut, maka APH tidak boleh bersikap pasif. Aparat harus segera turun ke lapangan, melakukan pemeriksaan terhadap titik-titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas pertambangan dan memastikan apakah kegiatan ilegal benar-benar masih berlangsung.

Sebab, penertiban tanpa pengawasan berkelanjutan hanya akan menjadi siklus yang berulang: ditertibkan, berhenti sementara, kemudian beroperasi kembali.

APH JANGAN MENUNGGU VIRAL

Aparat penegak hukum diminta tidak menunggu kondisi Sungai Boyan semakin parah atau persoalan ini menjadi viral di media sosial baru kemudian bergerak.

Jika ditemukan aktivitas PETI, penindakan harus dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya pekerja di lapangan yang diperiksa, tetapi juga perlu ditelusuri siapa pemodalnya, siapa yang mengendalikan kegiatan, bagaimana distribusi hasil tambang, serta siapa saja yang memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut.

Penegakan hukum terhadap PETI juga harus menyentuh aktor di balik layar apabila berdasarkan hasil penyelidikan memang ditemukan keterlibatan mereka.

UJI AIR JANGAN SEKADAR WACANA

Selain penindakan hukum, instansi berwenang juga perlu segera melakukan pengambilan sampel dan pengujian kualitas air Sungai Boyan secara resmi.

Masyarakat berhak mengetahui apakah kekeruhan yang terjadi hanya akibat sedimentasi biasa atau terdapat indikasi pencemaran yang berkaitan dengan aktivitas tertentu.

Hasil pengujian tersebut penting untuk menjadi dasar tindakan, bukan sekadar berdasarkan dugaan maupun asumsi.

PERTANYAAN AKTUALITA.ONLINE KEPADA APH

Aktualita.online meminta penjelasan dari aparat penegak hukum:

  1. Apakah APH sudah menerima informasi terkait kondisi Sungai Boyan yang kembali semakin keruh?
  2. Apakah saat ini terdapat aktivitas PETI di sekitar Sungai Boyan/Lubuk Benuang?
  3. Kapan terakhir dilakukan pengecekan atau patroli terhadap titik-titik yang diduga menjadi lokasi PETI?
  4. Jika ditemukan aktivitas PETI, apakah APH akan melakukan penindakan terhadap pekerja sekaligus menelusuri pemodal dan aktor di balik kegiatan tersebut?
  5. Apakah akan dilakukan pemeriksaan atau uji kualitas air untuk memastikan penyebab kekeruhan Sungai Boyan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka agar masyarakat tidak terus bertanya-tanya dan agar tidak muncul kesan bahwa aktivitas ilegal dibiarkan berlangsung.

Sungai Boyan tidak boleh menjadi korban dari lemahnya pengawasan. Jika PETI memang kembali beroperasi, APH harus membuktikan bahwa hukum masih berdiri di atas kepentingan siapa pun yang mencari keuntungan dari tambang ilegal.

Jangan tunggu Sungai Boyan rusak total baru bertindak. Jangan tunggu masyarakat berteriak baru turun ke lapangan. Dan jangan biarkan penertiban berhenti sebatas seremoni.

Kini bola berada di tangan APH: turun, periksa, buktikan, dan tindak jika memang ditemukan pelanggaran.

Aktualita.online akan terus memantau kondisi Sungai Boyan dan menunggu langkah nyata aparat penegak hukum.

TimRed

Sorry ye ,,,,,