SINTANG, 25 Agustus 2026 – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Pantai Kamla, Sintang. Di tengah persoalan sampah yang masih menjadi tantangan lingkungan, Komunitas Sintang Peduli Lingkungan bersama warga turun langsung melakukan aksi bersih-bersih sungai.
Bukan hanya mengandalkan pemerintah, masyarakat menunjukkan kepeduliannya dengan bergotong royong mengangkat sampah dan membersihkan kawasan sungai.
Aksi tersebut menjadi pesan tegas bahwa sungai bukan tempat sampah!
Kondisi sungai yang dipenuhi sampah tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menghambat aliran air, merusak ekosistem, menimbulkan bau, hingga meningkatkan risiko banjir.
Karena itu, kegiatan di Pantai Kamla diharapkan tidak berhenti sebagai aksi seremonial. Kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai harus terus dibangun dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Kalau bukan kita yang menjaga sungai, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”
Komunitas Sintang Peduli Lingkungan bersama warga mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai.
Sebab, sampah yang dibuang hari ini bisa menjadi masalah besar di kemudian hari.
Dari Pantai Kamla, Pesannya Jelas: Jaga Sungai, Jaga Sintang!
Aksi gotong royong ini diharapkan menjadi pemantik gerakan peduli lingkungan yang lebih luas di Kabupaten Sintang. Bukan hanya ketika sungai sudah kotor, tetapi setiap hari dan dimulai dari lingkungan masing-masing.
Sungai bersih, lingkungan sehat, Sintang kuat.
