Tiga Periode Pimpin Golkar Sanggau, Fransiskus Ason Dorong Regenerasi dan Targetkan 9 Kursi

SANGGAU, Aktualita.online – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau, Fransiskus Ason, menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi dan membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Sanggau.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pidato dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Sanggau, Senin (24/8/2026).

Fransiskus mengaku haru setelah tiga periode dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau. Namun, ia menilai pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi yang harus diterima demi keberlanjutan organisasi.

“Sudah tiga periode menjadi ketua DPD, tentu ada rasa sedih juga. Tetapi inilah regenerasi dan konsolidasi partai. Kita harus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan Partai Golkar agar menjadi partai yang berjaya,” ujarnya.

Menurut Fransiskus, regenerasi kepemimpinan tidak boleh hanya dipandang sebagai kepentingan internal partai. Lebih dari itu, proses tersebut harus bermuara pada kepentingan masyarakat Kabupaten Sanggau serta kepentingan bangsa dan negara.

Ia berharap kepengurusan Partai Golkar Sanggau ke depan mampu bekerja lebih energik, solid dan terukur dalam melanjutkan program serta target politik yang telah dibangun.

“Tanggung jawab kita serahkan kepada pengurus yang baru, termasuk bagaimana mencapai target kursi dan membesarkan partai ini,” katanya.

Target Naik Menjadi 9 Kursi

Fransiskus juga menyampaikan target politik Partai Golkar Kabupaten Sanggau untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Sanggau pada pemilu mendatang.

Ia optimistis target tersebut dapat dicapai apabila seluruh kader bekerja keras dan konsisten melakukan konsolidasi hingga ke tingkat bawah.

“Minimal kalau dapilnya masih seperti ini, kalau ada penambahan lima kursi lagi, kita bisa bertambah menjadi minimal sembilan kursi di Kabupaten Sanggau. Kalau memang direstui Tuhan dan kita bekerja keras, mudah-mudahan Golkar bisa menjadi pemenang,” tegasnya.

Target tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepengurusan baru untuk memperkuat mesin partai, memperluas basis dukungan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar.

Demokrasi Internal Harus Tetap Terkonsolidasi

Dalam kesempatan tersebut, Fransiskus juga menyinggung proses pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau dalam Musda XI.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah bakal calon yang telah mengambil atau mengajukan pencalonan. Namun, ia meyakini proses demokrasi internal Golkar akan berlangsung dengan tetap mengedepankan konsolidasi organisasi.

“Saya belum melihat dari panitia pencalonannya apakah sudah ada tiga atau mungkin lebih. Tetapi saya yakin dan percaya Golkar melakukan demokrasi yang terkonsolidasi dan terpimpin,” ungkapnya.

Fransiskus mengingatkan agar proses demokrasi internal tidak kembali menimbulkan perpecahan seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.

Menurutnya, persaingan yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menciptakan kelompok-kelompok yang saling berhadapan. Kondisi tersebut justru dapat melemahkan partai apabila pihak yang kalah merasa tersisih dan kemudian membentuk kelompok baru.

“Kami tidak mau lagi mengulangi kesalahan-kesalahan yang lalu. Jangan sampai terjadi blok A dan blok B. Karena kalau terjadi pemilihan, akhirnya bukan untuk keuntungan Partai Golkar, tetapi justru menambah perpecahan,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya komunikasi, persaudaraan dan konsolidasi internal dalam menentukan arah kepemimpinan Partai Golkar Kabupaten Sanggau.

“Kami sudah membicarakan itu secara internal dan sudah memberikan tanggung jawab kepada masing-masing teman-teman yang ada,” ujarnya.

Golkar Akan Kaji Regulasi yang Berkaitan dengan Kepentingan Daerah

Selain persoalan regenerasi dan konsolidasi organisasi, Fransiskus juga menyampaikan rencana Partai Golkar untuk melakukan kajian terhadap sejumlah regulasi yang dinilai berkaitan dengan kepentingan daerah dan masyarakat.

Ia menyebut salah satu yang akan menjadi perhatian adalah kajian terhadap UU Nomor 3, termasuk Pasal 59, yang menurutnya perlu dibahas lebih lanjut untuk melihat dampaknya terhadap kepentingan daerah.

“Kita ke depan akan kaji UU 3, Pasal 59,” singkatnya.

Fransiskus berharap Musda XI mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat, energik dan mampu membawa Partai Golkar semakin dekat dengan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga persatuan serta menempatkan kepentingan organisasi dan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun pribadi.

Dengan semangat regenerasi, konsolidasi dan kerja keras, Fransiskus berharap Partai Golkar Kabupaten Sanggau mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif, memperkuat basis politik hingga ke akar rumput, serta semakin besar kontribusinya dalam pembangunan Kabupaten Sanggau.

Musda XI pun menjadi momentum penting bagi Golkar Sanggau untuk menatap babak baru kepemimpinan, sekaligus membuktikan apakah target besar sembilan kursi yang dicanangkan dapat diwujudkan pada pemilu mendatang.

Pewarta : AR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry ye ,,,,,