Puluhan Mesin Jek Disebut Beroperasi di Sungai Semerantau, Warga Pertanyakan Pengawasan

KAPUAS HULU, Aktualita.online — Aktivitas pertambangan emas yang diduga menggunakan mesin jek air di kawasan Sungai Semerantau, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali menjadi sorotan warga.

Masyarakat menyebut jumlah mesin yang beroperasi diperkirakan lebih dari 60 unit. Kondisi sungai juga dikeluhkan karena air disebut semakin keruh dan sejumlah bagian mengalami pendangkalan.

“Dulu kami enak mencari ikan. Sekarang air sungai keruh, sungai semakin dangkal dan mesin jek berjejer di perairan,” ujar seorang warga.

Selain aktivitas pertambangan, warga mengungkap informasi mengenai dugaan pembayaran sekitar Rp1 juta untuk setiap mesin kepada pihak desa.

“Informasinya setiap mesin membayar Rp1 juta. Kalau lebih dari 60 mesin, tentu jumlahnya tidak sedikit,” ungkap narasumber.

Namun, informasi tersebut belum disertai dokumen atau bukti pembayaran sehingga masih membutuhkan verifikasi.

Narasumber juga menyampaikan dugaan adanya setoran kepada oknum anggota Polsek Kalis. Informasi ini belum terverifikasi dan belum diketahui siapa yang disebut menerima maupun nominalnya.

Warga meminta aparat dan instansi terkait turun langsung untuk memastikan jumlah mesin, legalitas aktivitas, dampak lingkungan, serta menelusuri kebenaran informasi mengenai dugaan pungutan dan aliran uang.

“Kalau memang ada pelanggaran, tindak. Kalau informasinya tidak benar, jelaskan kepada masyarakat,” tegas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa, Polsek Kalis dan Polres Kapuas Hulu belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut. Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka untuk pihak-pihak terkait.

TimRed

Sorry ye ,,,,,