Sintang, Aktualita.online— Kesabaran puluhan warga Dusun Sepadit dan Dusun Mungguk, Desa Sekaih, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, mulai habis. Pasalnya, biaya pemasangan KWH listrik yang mereka bayarkan kepada PT Sumber Parahiyangan disebut telah lunas sejak hampir satu tahun lalu, namun pemasangan di lapangan tak kunjung terealisasi.
Kekecewaan tersebut mencuat saat puluhan warga mendatangi kediaman Kepala Desa Sekaih, Saoel, pada Rabu (16/9/2026). Mereka meminta pemerintah desa membantu memperjuangkan kepastian atas pemasangan jaringan listrik yang hingga kini belum terealisasi.
Sedikitnya 44 warga tercatat telah melakukan pembayaran kepada vendor penyedia layanan instalasi, PT Sumber Parahiyangan, yang disebut beralamat di Jalan Lingkar Hutan Wisata, Sintang.
Pembayaran warga disebut diperkuat dengan kuitansi yang ditandatangani Yusrizal selaku perwakilan perusahaan.
Rinciannya, sebanyak 6 warga dengan daya 1.300 VA membayar Rp5,7 juta per KWH, sedangkan 38 warga dengan daya 900 VA membayar Rp4,5 juta per KWH.
Selain pembayaran lunas, terdapat pula warga yang melakukan pembayaran bertahap maupun uang muka dengan nominal mulai Rp1,5 juta hingga Rp4 juta.

Janji “Minggu Depan” Berulang Sejak 2025
Yang membuat warga semakin kecewa adalah persoalan waktu pemasangan. Menurut keterangan warga, sejak 2025 mereka berulang kali mendapat informasi bahwa pemasangan akan dilakukan dalam waktu dekat, bahkan disebut dengan janji “minggu depan”.
Namun, hingga September 2026, pemasangan yang dijanjikan belum juga terealisasi.
Kondisi tersebut semakin menjadi sorotan karena sejumlah dusun lain di wilayah Desa Sekaih disebut telah menikmati aliran listrik, sementara warga Dusun Sepadit dan Dusun Mungguk masih menunggu kepastian.
Kades Sekaih Desak Vendor Berikan Kepastian
Kepala Desa Sekaih, Saoel, menegaskan pemerintah desa berpihak pada kepentingan masyarakat dan meminta PT Sumber Parahiyangan segera memberikan penjelasan sekaligus menyelesaikan kewajibannya kepada warga.
“Warga kami sudah memenuhi kewajibannya dan memiliki bukti kuitansi. Janji pemasangan ‘minggu depan’ sudah berulang sejak 2025, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Kami meminta PT Sumber Parahiyangan segera memberikan kepastian dan menyelesaikan pemasangan KWH bagi warga,” tegas Saoel.
Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya terus menunggu tanpa kepastian setelah kewajiban pembayaran telah mereka penuhi.
Warga juga meminta PT Sumber Parahiyangan turun langsung ke Desa Sekaih untuk menjelaskan secara terbuka status pembayaran, kendala pemasangan, jadwal pekerjaan, serta kepastian realisasi jaringan listrik.
Apabila tidak ada penyelesaian maupun kejelasan, warga bersama pemerintah desa menyatakan akan mempertimbangkan langkah lebih lanjut melalui instansi terkait dan jalur hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Sumber Parahiyangan belum memberikan penjelasan atau tanggapan yang dimuat dalam rilis ini.
TimRed
